Senin, 31 Januari 2011
pendidikan : Belajar Mencintai Lingkungan Sejak Dini
KONDISI lingkungan yang cukup memprihatinkan mendorong TK Harapan Bunda menjadikan lingkungan sebagai salah satu tema untuk tahun ajaran 2009/2010. Jambore lingkungan pun diadakan sebagai wujud dari puncak acara yang mengusung tema lingkungan.
"Acaranya sendiri sudah berlangsung sejak akhir Maret", ujar Kepala Sekolah TK Harapan Bunda, Yatty Nurhayati, ketika ditemui di sela-sela acara Jambore Lingkungan (10/4). Rangkaian acara Jambore Lingkungan ini diadakan rutin setiap hari Sabtu, sejak Maret 2010 hingga tahun ajaran 2010 berakhir.
Selain melibatkan para siswa di TK Harapan Bunda, Jambore Lingkungan pun mengundang para orang tua murid dan siswa-siswa dari playgroup, taman kanak-kanak, dan sekolah dasar di Bandung. "Hari ini ada lomba mewarnai dan ecofashion" kata Yatty melanjutkan.
Jambore Lingkungan ini juga mengadakan lokakarya (workshop) lingkungan bagi para orang tua murid. Menurut Yatty, lokakarya yang diisi oleh Ceciliany Permadi Suryanto dari LSM Semanggi Bandung ini ditujukan bagi para orang tua murid agar mereka bisa melatih anak-anaknya untuk cinta lingkungan. Orang tua memiliki peranan penting terhadap pendidikan anak di rumah. Oleh karena itu, melalui lokakarya ini para orang tua diajak bersama-sama melatih para siswa untuk cinta lingkungan.
Selain itu, nantinya diharapkan para orang tua juga bisa mengajak orang-orang di sekitarnya untuk menjaga lingkungan. Peserta Jambore Lingkungan terus mening-. kat. "Targetnya sih seratus lima puluh, tetapi hari ini naik seratus tujuh puluh," ujar Ketua Panitia Jambore Lingkungan yang juga staf pengajar di TK Harapan Bunda, Putri Novitasa-ri. Para peserta tidak hanya para siswa dari TK Harapan Bunda saja, tetapi juga perwakilan dari playgroup, Paud, dan SD di Bandung.
Acara yang dimulai sejak pukul 6.30 WIB ini juga diisi dengan penampilan-penampilan dari tim ekstrakurikuler tari daerah TK Harapan Bunda, beberapa permainan, dan pembacaan puisi tentang lingkungan oleh seorang siswa.
Di acara Jambore Lingkungan ini, para siswadiajarkan untuk lebih mengenal lingkungan melalui acara kemah. Uniknya, acara kemah yang biasanya diisi dengan bermalam di tenda-tenda, kali ini tidak. "Susah ya kalau mereka harus nginep di sini", ucap Yatty.
Menurut Yatty, para siswa sudah berkumpul pada pukul 6.00 WIB. Dengan tenda-tenda yang telah berdiri di lingkungan sekolah, mereka dikondisikan seolah-olah baru menginap di dalam tenda. Mereka melakukan upacara pagi dan senam pagi.
Mereka diajarkan berbagai bentuk permainan yang akrab dengan alam, seperti egrang. Para guru pun membiarkan para siswa tanpa alas kaki ketika bermain di halaman sekolah. Menurut Yatty, hal ini perlu dibiasakan agar para siswa terbiasa dengan alam. Melalui operasi semut yang diajarkan ketika kemah, mereka diajak untuk mampu merawat lingkungan.
Begitu juga dengan sarapan. Dengan makanan yang mereka bawa dari rumah, para siswa diajak sarapan pagi bersama. "Senang", ujar Bate (6) yang ikut dalam acara kemah. (Moni-que Padmanagara)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Matrix Text Generator at WishAFriend.com







0 komentar:
Posting Komentar